Karir mantan gelandang serang AC Milan, Leonardo yang kini tengah menjabat sebagai pelatih mantan timnya itu tengah terancam.
Kelanjutan sepak terjang Leo, panggilan akrab Leonardo, masih belum jelas. Isu mengatakan bahwa Berlusconi telah memutuskan untuk mengakhiri kerja samanya dengan Leo akhir musim ini. Leonardo sendiri masih belum mengetahui kepastian kabar berikut, namun ia mengakui hubungannya dengan Berlusconi memang sudah tak mesra lagi.
Penyebab utama buruknya hubungan Berlusconi dengan Leonardo adalah sikap keras kepala Leo. Berlusconi mengatakan Leonardo adalah orang yang sangat keras kepala. Terbukti memang berkali-kali Berlusconi memberi saran untuk taktik AC Milan, namun Leonardo tak pernah memperhatikannya. Hal ini membuat Berlusconi naik pitam dan ingin memecat Leo.
Performa Leo dalam melatih AC Milan dapat dinilai cukup baik. Ia terbukti berhasil membuang skema pakem Milan yakni 4-3-1-2 dan menggantinya dengan 4-2-1-3 yang cenderung lebih menyerang. Permainan AC Milan sendiri menjadi lebih atraktif dan menyerang dibandingkan pada era kepelatihan Ancelotti yang cenderung bertahan.
Meskipun demikian, Leo tak perlu khawatir. Meski gagal membawa AC Milan menjuarai satu kejuaraan pun, Leo mendapat tawaran dari Flamengo serta Tim Nasional Brazil sebagaimana kabar yang beredar. Namun Leo menyanggah mendapat tawaran-tawaran tersebut dan mengatakan bahwa masa depannya masih abu-abu.
Sementara itu calon pengganti Leo di San Siro sendiri masih belum jelas. Luis Aragones, mantan pelatih Tim Nasional Spanyol, menjadi kandidat kuat pengganti Leo. Aragones sendiri dikabarkan sempat hampir menggantikan Leo di awal musim namun karena satu dua hal, transaksi tak terealisasikan dengan baik.
Siapakah yang pantas mejadi suksesor Leonardo ? Kirimkan tanggapan anda melalui komentar.

Recent Comments